Program Literasi

Gerakan Literasi Pagi (GLS) 

Siswa membaca buku nonpelajaran (cerita Islami, biografi tokoh Islam, ensiklopedia anak, dsb). Guru membimbing dan memberikan refleksi singkat.

Gerakan ini juga diimplementasikan dalam kegiatan baris-berbaris sebelum masuk kelas. Siswa mengulang kosa-kata Bahasa asing (Arab dan Inggris).

  1. Tahfidzul Qur’an dan Tartil

Siswa membaca dan  menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain itu siswa mempelajari kaidah-kaidah dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

  1. Lomba Literasi Islami

Lomba menulis kisah teladan, puisi religius, mendongeng Islami, kaligrafi, dan pojok baca Al-Qur’an.

  1. Mini Library / Pojok Baca

Membuat sudut baca yang nyaman di kelas atau mading untuk menampilkan karya literasi siswa, seperti puisi, cerpen, atau ulasan buku. 

  1. Lomba Menulis dan Membaca

Mengadakan perlombaan untuk mengapresiasi karya siswa, seperti lomba menulis cerpen, esai, atau puisi, dan lomba pidato literasi. 

  1. KULTUM 

Mengadakan sesi kultum (Kuliah Tujuh Menit) selesai shalat dzuhur berjamaah untuk membahas buku/ materi yang telah dibaca, sehingga siswa dapat berbagi pemikiran kritis dan memperkaya wawasan. 

  1. Kunjungan Perpustakaan

Menjadwalkan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah untuk membantu siswa menemukan dan mengakses sumber bacaan yang beragam. 

  1. Gerakan Wakaf Buku

Mengajak warga sekolah untuk mewakafkan buku bacaan Islami dan edukatif untuk menambah koleksi perpustakaan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait